Sabtu, 28 Juli 2012

Roti Bakar



I.     Latar Belakang

Masyarakat saat ini sudah mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan. Zaman dahulu orang dalam membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, hal inilah yang menjadi prioritas utama bagi masyarakat dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang akan mereka beli.
Saat ini roti banyak menjadi pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa menawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi harga dapat mudah dijangkau semua kalangan masyarakat.
Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kita mendirikan sebuah usaha penjualan roti bakar, dimana dari segi rasa memenuhi konsumen yaitu enak, dari segi gizi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga terbilang mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

II.  Modal Kerja
Kebutuhan Modal Awal 2 Gerobak / Biaya Tetap
·            Tempat untuk jualan / Gerobak : Rp.2.000.000
·            Tempat untuk bakar roti (Wajan) : Rp. 300.000
·            Kompor : Rp. 200.000
·            Dekelit 3 x 4 m : Rp. 150.000
·            Tempat selai / Toples 4 buah : Rp. 40.000
·            Garpu roti : Rp. 15.000
·            Pisau roti : Rp. 8.000
·            Solet besar 4 biji : Rp. 16.000
·            Solet Kecil 4 biji : Rp. 20.000
·            Parutan keju 2 buah : Rp. 9.000
·            Tempat garpu, pisau : Rp. 45.000
·            Sticker dan daftar harga roti : Rp. 30.000
·            Jumlah : Rp. 2.633.000,-
Kebutuhan Bulanan 2 Gerobak / Biaya Variabel 1
·            Selai strawberry 10 kg : Rp. 70.000
·            Selai nanas 10 kg : Rp. 70.000
·            Simas 12,5 kg : Rp.113.000
·            cokelat ceres 12,5 kg : Rp.175.000
·            kacang 4 kg : Rp. 56.000
·            susu 36 kaleng : Rp.216.000
·            keju10 biji :Rp.140.000
·            pisang 1 tundun :Rp. 40.000
·            plastic 3 pack :Rp. 12.000
·            kertas roti 1 pack :Rp. 15.000
·            Jumlah : Rp.907.000
Kebutuhan 2 hari sekali untuk 2 Gerobak / Biaya Variabel 2
Roti 40 buah : Rp.88.000
minyak tanah 4 liter : Rp.10.000
Jumlah : Rp.98.000
Maka selama 1 bulan biaya untuk beli roti dan minyak tanah = Rp.98.000 X 15 = Rp.1.470.000
Jadi jumlah total pengeluaran selama 1 bulan Variabel 1 + Biaya Variabel 2
= Rp. 907.000  + Rp.1.470.000
= Rp.2.377.000

III. Estimasi Biaya dan Pendapatan

Diperkirakan setiap hari 1 gerobak mampu terjual roti sebanyak 8 buah. Maka selama 1 bulan untuk 1 gerobak diperkirakan = 8 x 30 hari : 240 roti
2 gerobag maka 1 bulan diperkirakan roti yang terjual = 240 x 2 gerobak : 480 roti
Pendapatan kotor 1bulan (harga roti terendah) = 480 roti x Rp.6.000  = Rp.2.880.000
Pendapatan bersih 1 bulan = Pendapatan kotor – Pengeluaran Biaya keseluruhan
= Rp.2.880.000Rp.2.377.000
= Rp.503.000
Pendapatan sebesar Rp.503.000 adalah pendapatan dari harga jual roti terendah, sedangkan kita mempunyai bermacam–macam harga roti sesuai dengan rasa yang dinginkan ini dapat dilihat pada tabel daftar harga roti berikut ini :
Daftar Harga
Padahal dalam sehari roti yang terjual tidak selamanya index harga yang terendah, index harga roti yang terjual brevariasi sesuai dengan permintaan pembeli rasa apa yang pembeli inginkan. Sehingga bukan tak mungkin pendapatan bersih kita selama 1 bulan bisa mencapai lebih dari Rp.503.000
  • Nanas/Strawbery Rp. 6.000
  • Kombinasi Nanas/Strawbery + Kacang = Rp. 6.500
  • Kombinasi Nanas/Strawbery + Pisang = Rp. 6.500
  • Kombanisi Nanas/Strawbery + Coklat = Rp. 7.000
  • Kombinasi Nanas/Strawbery + Keju = Rp. 7.000
  • Coklat + Coklat = Rp. 7.500
  • Kombinasi Coklat + Pisang = Rp. 7.500
  • Kombinasi Coklat + Kacang = Rp. 7.500
  • Pisang + Pisang = Rp. 8.000
  • Kacang + Kacang = Rp. 8.000
  • Kombinasi Kacang + Pisang = Rp. 8.000
  • Kombinasi Keju + Pisang = Rp. 8.500
  • Kombinasi Keju + Coklat = Rp. 8.500
  • Kombinasi Keju + Kacang = Rp. 8.500
  • Keju + Keju = Rp. 9.000
  • Special = Rp.10.000
IV. Analisis Titik Impas ( BEP )

Dalam menghitung analisis titik impas kita terlebih dahulu menentukan jumlah total investasi awal.
Investasi awal = Jumlah Biaya Tetap + Jumlah Biaya Toatal Variabel
= Rp.2.633.000 + Rp.2.377.000
= Rp.5.010.000
Kemudian kita menentukan pendapatan bersih setiap bulannya, Disini kita menggunakan nilai pendapatan bersih terendah setiap bulan yaitu Rp.503.000 dengan harga terendah yaitu Rp. 6.000
Maka titik balik modal (BEP) akan terjadi pada bulan ke 9,9 bulan ~ 10 bulan
Jika harga Roti kita bervariasi Jadi bukan tidak mungkin kita akan balik modal lebih cepat dari 10 bulan.

V. Tenaga Kerja
Dalam bisnis jualan roti ini kita tidak memerlukan sumber daya manusia yang ahli dan skill yang khusus seperti sarjana dll, akan tetapi yang diperlukan adalah orang yang mau bekerja secara tekun / telaten, sabar, kerja keras dan tidak gengsi karena ini merupakan pekerjaan remeh menurut pandangan masyarakat tertentu.

VI. Lokasi
Untuk lokasi yang sudah kami dapatkan yaitu di depan rumah, lokasi cukup bagus karena di pinggir jalan dan dekat toko perbelanjaan (ruko-ruko), dan satu lagi di pinggir jalan raya Latumenten  tepat nya di depan Halte Busway Latumenten.
VII. Pesaing
Mensurvei para pesaing-pesaing , kemudian m elakukan inovasi. Contoh, membuat roti bakar berbeda dengan penjual lain dan terlihat lebih unik serta kalau bisa dengan harga murah.

VIII. Strategi Pemasaran
Ø  Promosi dengan Diskon
Ø  Membuat Inovasi Roti Bakar

IX. Faktor- faktor penjualan
Faktor Cuaca
  • Bila hujan turun maka orang malas keluar rumah sehingga pembeli tidak begitu banyak / jarang  dan sepi penjualan juga
  • Bila cuaca terang maka orang banyak yang keluar sehingga target roti 1 hari terjual 16 roti bisa terpenuhi bahkan bisa lebih dari taget.
Faktor Ekonomi Masyarakat
  • Bila musim akhir bulan maka pembeli tidak begitu banyak, namun bila awal bulan maka biasanya pembeli ramai.
  • Bila harga sembako naik walaupun hanya sedikit, kadang bisa mengurangi pembeli.
Apabila faktor tersebut benar-benar mempengaruhi dalam penjjualan roti bakar, kita masih bisa mendapat untung sekitar Rp.± 300.000 dalam satu bulan. Namun, dengan perencanaan yang baik, maka segala hal bisa menjadi lebih mudah. 

0 komentar:

Poskan Komentar